M.FIKRI ROFI'UDIN. Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Mempercepat Mozilla Firefox Dalam 9 Langkah

Mempercepat Mozilla Firefox Dalam 9 Langkah - Nah ini salah satu trik andalan ane gan, semua sudah pada tau kan Mozilla Firefox, kalo belum wah keterlaluan ente gan...hahaha.

Okeh..okeh gak usah panjang lebar lagi, karena panjang dikali lebar sama dengan luas..wkwk. Berikut tutorial Mempercepat Mozilla Firefox Dalam 9 Langkah :



 
1. Buka Mozilla.

2. Ketikan di addres bar "about:config" (tanpa tanda patik).
 

3. Scroll mouse anda kebawah dan cari "network.http.max-connections", double klik dan masukan nilai "64".
 

4. Cari "network.http.max-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "21".
 

5. Cari 'network.http.max-persistent-connections-per-server", double klik dan masukan nilai "8".
 

6. Doube klik pada "network.http.pipelining " menjadi "true".
 

7. Cari "network.http.pipelining.maxrequests", double klik dan masukan nilai "100".
 

8. Double klik pada "network.http.proxy.pipelining" menjadi "true".
 

9.Langkah terakhir, klik kanan dimana saja pilih : New >> integrar >> lalu tulis "nglayout.initialpaint.delay" (tanpa tanda petik". Kemudian masukan nilai "0"

Nah itu tadi sedikit trik gan, tapi kalo ISP-nya jelek atau sinyal modem ente gemeteran tetep aja gak ngaruh..tapi trik ini bisa bantu lah walau kira-kira cuma 10% doank..
Ok..selamat mencoba kawan. 

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Jenis Jaringan Komputer

Dengan perkembagan teknologi dan informasi yang sangat pesat seperti sekarang ini, ditemukan pula berbagai fasilitas untuk memudahkan segala pekerjaan umat manusia, salah satu di antaranya pada bidang komputer, sebelumnya suatu model komputer tunggal yang melayani semua tugas-tugas komputasi pada sebuah organisasi, sekarang telah berubah dan dapat digunakan banyak komputer hanya untuk melanyelesaikan sebuah tugas komputasi, beberapa komputer dapat dihubungkan antara satu dengan yang lain sehingga dapat saling bertukar informasi, tentu saja ini sangat memudahkan dan mempercepat pekerjaan manusia.



Sebuah komputer yang saling terhubung di sebut jaringan komputer. Pada umumnya jaringan komputer dapat di bagi menjadi 5 jenis yaitu: LAN, MAN, WAN, Internet, dan Jaringan Tanpa Kabel, untuk lebih jelasnya simak berikut ini:

Jenis-Jenis Jaringan Komputer

1.  LAN (Local Area Network)

Local Area Network (LAN), merupakan jaringan milik pribadi di dalam sebuah gedung atau kampus yang berukuran sampai beberapa kilometer. LAN seringkali digunakan untuk menghubungkan komputer-komputer pribadi dan workstation dalam kantor suatu perusahaan atau pabrik-pabrik untuk memakai bersama sumberdaya (misalnya printer) dan saling bertukar informasi. 


2. MAN (Metropolitan Area Network)

Metropolitan Area Network (MAN), pada dasarnya merupakan versi LAN yang berukuran lebih besar dan biasanya menggunakan teknologi yang sama dengan LAN. MAN dapat mencakup kantor-kantor perusahaan yang letaknya berdekatan atau juga sebuah kota dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan pribadi (swasta) atau umum. MAN mampu menunjang data dan suara, bahkan dapat berhubungan dengan jaringan televisi kabel.
3. WAN (Wide Area Network)
Wide Area Network (WAN), jangkauannya mencakup daerah geografis yang luas, seringkali mencakup sebuah negara bahkan benua. WAN terdiri dari kumpulan mesin-mesin yang bertujuan untuk menjalankan program-program (aplikasi) pemakai.
4. Internet 
Sebenarnya terdapat banyak jaringan didunia ini, seringkali menggunakan perangkat keras dan perangkat lunak yang berbeda-beda. Orang yang terhubung ke jaringan sering berharap untuk bisa berkomunikasi dengan orang lain yang terhubung ke jaringan lainnya. Keinginan seperti ini memerlukan hubungan antar jaringan yang seringkali tidak kampatibel dan berbeda. Biasanya untuk melakukan hal ini diperlukan sebuah mesin yang disebut gateway guna melakukan hubungan dan melaksanakan terjemahan yang diperlukan, baik perangkat keras maupun perangkat lunaknya. Kumpulan jaringan yang terinterkoneksi inilah yang disebut dengan internet.
5. Jaringan Tanpa Kabel 
Jaringan tanpa kabel merupakan suatu solusi terhadap komunikasi yang tidak bisa dilakukan dengan jaringan yang menggunakan kabel. Misalnya orang yang ingin mendapat informasi atau melakukan komunikasi walaupun sedang berada diatas mobil atau pesawat terbang, maka mutlak jaringan tanpa kabel diperlukan karena koneksi kabel tidaklah mungkin dibuat di dalam mobil atau pesawat. Saat ini jaringan tanpa kabel sudah marak digunakan dengan memanfaatkan jasa satelit dan mampu memberikan kecepatan akses yang lebih cepat dibandingkan dengan jaringan yang menggunakan kabel.*source


Tipe Jaringan Komputer

Tipe Jaringan Komputer - Jaringan komputer merupakan sekumpulan (lebih dari satu) komputer yang saling terhubung dan saling bertukar informasi. Sebelumnya telah saya post tentang beberapa jenis jaringan komputer, dalam postingan kemari ada 5 jenis Jaringan yang umum di gunakan pada sebuah komputer agar saling terhubung yaitu LAN, MAN, WAN, Internet, dan Jaringan Tanpa Kabel bisa lihat disini. Selanjutnya yang akan saya shared pada artikel ini yaitu mengenai Tipe-Tipe Jaringan pada Komputer.


Jika di bagi berdasarkan metode pengaksesan data, Type Jaringan Komputer dapat dibagi menjai 2 (dua) bagian yaitu Peer To Peer atau sering di singkat dengan P2P dan kedua Client Server. Untuk lebih lengkapnya berikut penjelasan dari ke 2 type jaringan tersebut.

Type-Type Jaringan Komputer

1. Jaringan Peer To Peer (P2P)


Pada jaringan tipe ini, setiap komputer yang terhubung dalam jaringan dapat saling berkomunikasi dengan komputer lainnya secara langsung tanpa perantara. Bukan hanya komunikasi langsung tetapi juga sumber daya komputer dapat digunakan oleh komputer lainnya tanpa ada pengendali dan pembagian hak akses.

Setiap komputer dalam jaringan Peer to Peer mampu berdiri sendiri sekalipun komputer yang tidak bekerja atau beroperasi. Masing-masing Komputer tidak terikat dan tidak tergantung pada komputer lainnya. Komputer yang digunakan pun bisa beragam dan tidak harus setara, karena fungsi komputer dan keamanannya diatur dan dikelola sendiri oleh masing-masing komputer.

Tipe jaringan ini cocok digunakan untuk membangun jaringan komputer skala kecil seperti di rumah, di dalam sebuah ruangan kerja, lab komputer sekolah dan lain-lain. Peer to Peer ini umumnya dipakai dalam membangun jaringan berbasis workgroup yang menerapkan fungsi sharing atau bagi pakai penggunaan hardware dan software, karena pada tipe ini biasanya tidak memerlukan pengaturan keamanan dan kendali antara masing-masing komputer.

Kelebihan Jaringan Peer To Peer
  • Antar komputer dalam jaringan dapat saling berbagi-pakai fasilitas yang dimilikinya seperti: harddisk, drive, fax/modem, printer.
  • Biaya operasional relatif lebih murah dibandingkan dengan tipe jaringan client-server, salah satunya karena tidak memerlukan adanya server yang memiliki kemampuan khusus untuk mengorganisasikan dan menyediakan fasilitas jaringan.
  • Kelangsungan kerja jaringan tidak tergantung pada satu server. Sehingga bila salah satu komputer/peer mati atau rusak, jaringan secara keseluruhan tidak akan mengalami gangguan.
Kelemahan Jaringan Peer To Peer
  • Troubleshooting jaringan relatif lebih sulit, karena pada jaringan tipe peer to peer setiap komputer dimungkinkan untuk terlibat dalam komunikasi yang ada. Di jaringan client-server, komunikasi adalah antara server dengan workstation.
  • Unjuk kerja lebih rendah dibandingkan dengan jaringan client-server, karena setiap komputer/peer disamping harus mengelola pemakaian fasilitas jaringan juga harus mengelola pekerjaan atau aplikasi sendiri.
  • Sistem keamanan jaringan ditentukan oleh masing-masing user dengan mengatur keamanan masing-masing fasilitas yang dimiliki.
  • Karena data jaringan tersebar di masing-masing komputer dalam jaringan, maka backup harus dilakukan oleh masing-masing komputer tersebut.
2. Jaringan Client Server

Sesuai namanya, jaringan komputer tipe ini memerlukan sebuah (atau lebih) komputer yang difungsikan sebagai pusat pelayanan dalam jaringanyang disebut Server. Komputer-komputer lain disebut Client atau Workstation. Sesuai sebutannya, komputer Server bertugas melayani semua kebutuhan komuter lain yang ada dalam jaringan. Semua fungsi jaringan dikendalikan dan diatur oleh komputer Server, termasuk masalah keamanan jaringan seperti hak akses data, waktu akses, sumber daya dan sebagainya.

Dalam jaringan Client-Server ini, mungkin saja digunakan lebih dari 1 buah Server, ini tergantung fungsi yang diterapkan dalam jaringan tersebut. Misalnya ada Server Web, Server Mail dan lain-lain.

Komunikasi antarkomputer dilakukan melalui perantara Server, namun, kalau Server tidak aktif maka komputer lainnya (Client) tidak dapat saling berkomunikasi. Skema dasar dari jaringan tipe Client-Server ini seperti ditunjukkan gambar di bawah.

Tipe ini sangat baik digunakan jika ingin menerapkan Diskless System yang akan menghemat penggunaan (pembelian) harddisk pada komputer Client seperti pada LTSP (Linux Terminal Server Project). Tetapi tipe jaringan Client-Server ini memerlukan Operating System khusus yang fitur dan fingsi-fungsinya memang dikhususkan untuk Server. Contoh Operating System khusus untuk Server adalah Novell Netware, Microsoft Windows Server, Linux dan sebagainya

Kelebihan Jaringan Client Server
  • Kecepatan akses lebih tinggi karena penyediaan fasilitas jaringan dan pengelolaannya dilakukan secara khusus oleh satu komputer (server) yang tidak dibebani dengan tugas lain seperti sebagai workstation.
  • Sistem keamanan dan administrasi jaringan lebih baik, karena terdapat sebuah komputer yang bertugas sebagai administrator jaringan, yang mengelola administrasi dan sistem keamanan jaringan.
  • Sistem backup data lebih baik, karena pada jaringan client-server backup dilakukan terpusat di server, yang akan membackup seluruh data yang digunakan di dalam jaringan.
Kelemahan Jaringan Client Server
  • Biaya operasional relatif lebih mahal.
  • Diperlukan adanya satu komputer khusus yang berkemampuan lebih untuk ditugaskan sebagai server.
  • Kelangsungan jaringan sangat tergantung pada server. Bila server mengalami gangguan maka secara keseluruhan jaringan akan terganggu.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

Melakukan Perbaikan Dan Atau Setting Ulang Koneksi Jaringan


Rangkuman : Melakukan Perbaikan dan atau Setting Ulang Koneksi Jaringan Sebelum melakukan perbaikan konektifitas jaringan pada komputer workstation (client) yang bermasalah diperlukan peralatan dan harus diketahui jenis topologi jaingan yang di gunakan oleh komputer workstation (client) tersebut. Karakteristik Topologi Bus Merupakan satu kabel yang kedua ujungnya ditutup dimana sepanjang kabel terdapat node-node. Paling prevvalent karena sederhana dalam instalasi. Signal melewati 2 arah dengan satu kabel memungkinkan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data). Permasalahan terbesar jika terjadi putus atau longgar pada salah satu konektor maka seluruh jaringan akan berhenti. Topologi Bus adalah jalur transmisi dimana signal diterima dan dikirim pada setiap alat/device yang tersambung pada satu garis lurus (kabel), signal hanya akan ditangkap oleh alat yang dituju, sedangkan alat lain yang bukan tujuan akan mengabaikan signal tersebut/hanya dilewati signal. Karakteristik Topologi Star Setiap node berkomunikasi langsung dengan central node, traffic data mengalir dari node ke central node dan kembali lagi. Mudah dikembangkan karena setiap node hanya memiliki kabel yang langsung terhubung ke central node. Keunggulan jika terjadi kerusakan pada salah satu node maka hanya pada node tersebut yang terganggu tanpa mengganggu jaringan lain Dapat digunakan kabel lower karena hanya menghandle satu traffic node dan biasanya menggunakan kabel UTP Peralatan atau bahan yang dibutuhkan untuk membuat jaringan komputer adalah: Kartu Jaringan (Network Interface Card/LAN Card) Kabel dan Konektor Switch/Hub Kabel UTP (Unshilded Twisted Pair) merupakan salah satu kabel untuk menghubungkan komputer dalam jaringan komputer dengan topologi Star dan yang paling banyak digunakan. Kabel UTP dihubungkan dengan konektor RJ 45 dan untuk mengepres kabel digunakan tang khusus yang dikenal dengan nama Cramping tools, sedangkan untuk kabel Coaxial dihubungkan dengan konektor BNC. Kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang Sedangkan kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) merupakan sepasang kabel yang dililit satu sama lain dengan tujuan mengurangi interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul interferensi listrik yang terdapat pada 2 atau 4 pasang tersebut, sehinga bila digunakan dalam kabel yang panjang interferensi listrik akan semakin tinggi yang dapat mengakibatkan terjadinya gangguan dalam sistem jaringan tersebut. Terminator adalah konektor yang digunakan dalam sistem jaringan dengan topologi Bus. Terminator mempunyai nilai tahanan 50 ohm. Merupakan tanda ujung dari sebuah jaringan dengan topologi Bus. Apabila terdapat terminator pada kartu jaringan (LAN Card) dalam sebuah sistem jaringan dengan topologi bus berarti bahwa komputer tersebut merupakan ujung dari sebuah jaringan yang dibangun. Tindakan perbaikan konektifitas dalam jaringan komputer merupakan tindakan perbaikan secara keseluruhan untuk membangun jaringan LAN (Local Area Network). Tindakan perbaikan secara keseluruhan menyangkut: Pemasangan Kartu Jaringan Pemasanga Kabel pada konektornya Pemasangan kabel pada jaringan Penginstalan driver kartu jaringan (LAN Card) Pemilihan jenis protocol Penentuan nomor IP Address dan Subnet mask dan Pemilihan Workgroup Kelebihan kabel Coaxial dalam sistem jaringan adalah kabel coaxial menyediakan perlindungan cukup baik dari cross talk ( disebabkan medan listrik dan fase signal) dan electical inteference (berasal dari petir, motor dan sistem radio) karena terdapat semacam pelindung logam/metal dalam kabel tersebut. Sehingga dapat digunakan dalam jangkauan yang lebih panjang . Memiliki jangkauan yang panjang mencapai 300 m dalam satu jaringan. Kelemahan kabel Coaxial adalah Signal merewati 2 arah dengan satu kabel kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) besar. Sedangkan kabel UTP keuntungannya adalah kemungkinan terjadi collision (tabrakan data atau tercampurnya data) tidak terjadi karena kabel data terpisah dan semua arus data ditangani oleh hub/switch. Kelemahan kabel UTP terjadinya interferensi listrik yang terdapat dari dua, empat atau lebih pasang (umumnya yang dipakai dalam jaringan adalah 4 pasang / 8 kabel). Dalam kabel UTP timbul Setting konfigurasi komputer client terdapat perbedaan. Letak perbedaannya terdapat pada pengisian Computer Name dan pada IP Addressnya. Karena jika terjadi kesamaan nama akan mempersulit kita dalam pengenalan komputer mana yang kita hubungi jika namanya sama. Jika terjadi kesamaan pada IP Address maka dapat menyebabkan terjadinya perebutan alamat yang menyebabkan keduanya sama-sama tidak dapat mengakses sistem jaringan. Pemeriksaan merupakan tindakan untuk melakukan pengecekan ulang kembali dari proses paling awal yakni: Memeriksa pemasangan kartu jaringan (LAN Card) dengan apakah telah terpasang dengan baik atau tidak Memeriksa Pemasangan konektor Kabel pada hub/switch atau konektor lain tidak mengalami short atau open, Pemasangan konektor tidak longgar Setting dan konfigurasi kartu jaringan secara software telah benar sesuai dengan ketentuan jaringan sebelumnya baik dari instalasi driver kartu jaringan, Konfigurasi IP Address, Subnet mask dan Workgroup yang digunakan. Pengujian merupakan tindakan untuk mengetahui kerja sistem jaringan yang telah kita perbaiki apakah sudah dapat mengenal komputer client lain dalam jaringan. Pengujian dapat dilakukan dengan berbagai cara. Cara pengujian IP Address dapat dilakukan dengan mudah dan memberikan informasi yang lengkap karena didalamnya memberikan informasi tentang jenis kartu jaringan yang digunakan, IP Address, Subnet mask dan kecepatan akses perbayte serta informasi yang hilang (lost) dalam pengiriman data. Pembuatan laporan merupakan tindakan memberikan informasi tentang hal-hal yang telah dilakukan dalam perbaikan konektifitas jaringan. laporan yang diberikan harus mencakup seluruh jaringan dan sistem jaringan yang dilakukan perbaikan. hal ini untuk mempermudah pemeriksaan dan perawatan selanjutnya. Informasi yang diperoleh jika pengujian jaringan dilakukan dengan windows explorer adalah: Dapat mengetahui komputer saat ini yang masih tersambung dengan sistem jaringan Dapat mengetahui drive, Directory, Data, apa yang disharingkan oleh sebuah komputer dalam jaringan tersebut. Dapat melihat, membuka dan menggunakan fasilitas yang disharingkan oleh komputer tersebut. Informasi apasaja bila pengujian jaringan dilakukan dengan TCP/IP Informasi yang diperoleh adalah: Host Name (Nama Komputer) Diskripsi Kartu jaringan yang digunakan Nomor Physical Adapter IP Addres Subnet Mask Kapasitas pengiriman data Waktu yang dibutuhkan Tujuan dilakukan sharing data dan sharing printer adalah agar komputer lainnya dapat mengakses atau menggunakan fasilitas yang kita miliki termasuk melihat membuka dan lainnya sebatas kewenangan yang kita berikan.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS